Menjadi Pendidik yang Amanah > Lomba Blog SSE

Standar

Menjadi Pendidik yang Amanah

Oleh Rayhansidi untuk kontes SSE

Mengingat sejenak, semua yang kita genggam saat ini adalah milik-Nya. Keluarga, suami, istri, anak-anak, teman, harta, jiwa dan raga semuanya hanyalah titipan semata. Terkadang dan bahkan seringkali kita melupakan bahwasanya Tuhan memberikan semua itu sebagai bentuk amanah.

Amanah itu titipan yang seharusnya kita jaga dengan baik. Artinya, kita diberikan amanah karena kita dianggap mampu dan mendapatkan kepercayaan untuk menjaga.

Kita dianugerahi keturunan, berarti diamanahkan untuk menjaga dan mendidik mereka. Tuhan menitipkannya kepada orang yang dianggap mampu mengasuh dan mendidik. Sekuat tenaga orangtua harus ‘berusaha’ mengantarkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang baik.

Maka disinilah tanggungjawab seorang ayah dan ibu dalam menjalankan amanah yang Allah berikan.

  • Guru Pertama Adalah Seorang Ibu

Jadilah guru terbaik untuk anak-anak. Seorang guru awal penentu keberhasilan sang anak adalah dimana sosok ibu mampu memberikan pendidikan yang maksimal di rumahnya. Bukan guru di sekolah, tapi kita selaku ibu yang harus super ekstra memperhatikan pendidikan untuk buah hati terutama pendidikan moral.

“Al-Ummu madrosatul uulaa”Ibu adalah pendidik pertama yang akan menuntun dan mengarahkan kemanakah anak-anaknya akan dibawa.

Didikan dari seorang ibulah yang akan sangat melekat pada diri buah hatinya. Ibu dengan kasih sayang yang sangat besar terhadap sang buah hati akan senantiasa terus mengajarkan untuk meraba kehidupan dari mulai lahir. Didikan seorang ibu yang baik akan menghasilkan cetakan generasi yang unggul. Karena dengan sentuhan cinta dan sayangnyalah menjadikan buah hati merasakan kehangatan.

Lalu bagaimana caranya menjadi ibu yang tepat untuk sang buah hati, perlu yang namanya kerja keras, semangat dan juga kesabaran yang ekstra melelahkan, namun juga memberikan banyak kebahagian yang kita rasakan tanpa kita sadari. Inilah sosok ibu idaman:

  • Penyayang

Karakter jiwa wanita ialah memiliki perasaan lembut dan penyayang, itu sebabnya mengapa ibu begitu berarti dan melekat dihati sang buah hatinya. Menjadi seorang ibu yang penyayang memang tidaklah mudah, perlu latihan kesabaran disetiap harinya. Apalgi jika ibu dihadapkan dengan kenakalan-kenakalan anak yag berbeda-beda. Penyayang bukan berarti harus memanjakan sang anak, tapi penyayang adalah sikap yang tegas tehadap anak apabila berbuat kesalahan.

  • Tulus

Seorang ibu menurut saya pasti memiliki jiwa yang tulus, kalau tidak mana mungkin ia mampu melahirkan dan membesarkan buah hatinya. Ketulusan itu adalah bentuk  sekaligus modal awal yang harus dimiliki sang ibu. Dengan ketulusan kita juga bisa mendapatkan banyak manfaat yakni feed back ketulusan juga dari orang disekelililng kita.

  • Selalu Bercermin

Bercermin disini bukan“ngaca fisik”tapi kita berkaca pada diri sendiri baik lahir dan juga batin. Berkaca diri sama halnya juga dengan introspeksi diri, apa kekurangan kita, hal apa yang belum kita capai untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga dan anak-anak kita. Karena menurut saya ibu adalah cerminan dari apa yang dipantulkan.

  • Siap Kapanpun

Anak membutuhkan perhatian seorang ibu, dijaman serba dinamis seperti ini kita sangat sulit menemukan sosok ibu yang benar-benar100% memperhatikan perkembangan anak karena kesibukannya menjadi wanita karier. Inilah pengorbanan sebagai seorang ibu yang bekerja diluar harus  setidaknya memperhatikan tumbuh kembang sang anak dan juga keluarga jika ingin dikatakan seorang ibu yang berhasil.Meskipun saya yakin hal ini amat melelahkan sekian dari saya terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s